Keanekaragaman hayati merujuk pada berbagai kehidupan di Bumi di semua tingkatan, dari gen hingga ekosistem, dan proses ekologi dan evolusi yang mempertahankannya. Keanekaragaman hayati meliputi tidak hanya spesies yang kita pertimbangkan langka, terancam, atau hampir punah, tetapi setiap organisme yang bahkan kita masih tahu sedikit tentang mereka, seperti mikroba, jamur, dan invertebrata.

Keanekaragaman hayati penting di mana-mana; spesies dan habitat di daerah Anda serta orang-orang di negeri ini memainkan peran dalam menjaga ekosistem yang sehat. Keaneka ragaman hayati memiliki fungsi ekologi yang sangat penting bagi kehidupan. Keanekaragaman hayati yang tinggi menghasilkan ekosistem semakin stabil. Kepunahan yang terjadi pada suatu spesies dapat mengakibatkan rusaknya rantai makanan sehingga menimb lkan kepunahan spesies lainnya. Tidak berjalannya rantai makanan dapat memengaruhi stabilitas ekosistem.keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati juga berperan untuk menjaga berbagai nutrisi dalam tanah, sehingga dapat memengaruhi berlangsungnya daur biogeokimia di alam. Keanekaragaman organisme serangga yang mem bantu proses penyerbukan sangat diperlukan untuk berlangsungnya regenerasi berbagai tumbuhan. Berbagai jenis jamur dan bakteri pengurai sangat diperlukan untuk mendegradasi dan menguraikan limbah organik dan sisa organisme untuk menyuburkan tanah. keaneka raga man hayati tersebut sangat memengaruhi kestabilan dan kelestarian alam. Berikut ini adala h ma nfaat dari keaa neka ragaman hayati:

1. Keanekaragaman hayati sebagai sumber pangan

Indonesia d perkirakan memiliki 400 spesies tanaman peng hasil buah, 370 spesies penghasil sayuran, 70 spesies tanaman umbi­ umbian, dan 55 spesies tanaman peng hasil rempah-rempah.

2. Keanekaragaman hayati sebagai sumber obat-obatan

Indonesia memiliki sekitar 940 spesies yang merupakan tanaman obat. Berikut ini contoh tanaman pernghasil obat:

  • Kina (Cinchona calisaya)
  • Mengkudu (Morinda citrifolia)
  • Buah merah (Pandanus conoideus)
  • Madu dari lebah untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  • Ular, sebagai obat gatal-gatal atau penyakit kulit.
  • Teripa g untu  regen rasi sel-sel yang rusa  karena penya it tertentu.

3. Keanekaragaman hayati sebagai sumber kosmetik

Beberapa tumbuhan yang digunakan untuk kosmetik, antara lain:

  • Bunga mawar (Rossa hybrid), melati (Jasminum grandiflorum), kenanga (Canangium odotara), dan kemu ing (Murayya exotica) digunakan dalam pembuatan parfum
  • Kemuning, begkuang, beras, dan alpukat digunakan sebagai bahan pem buatan lulur
  • Urang aring, mangkokan, pandan, minyak kelapa, dan lidah buaya (Aloe vera) digunakan untuk pelumas dan perawatan rambut dan kulit.
  • Keanekaragaman hayati sebagai sumber sandang
  • Beberapa tanaman digunakan sebagai bahan sandang atau pakaian, antara lain: Kapas (Gossypium arboretum), rami (Boehmeria nivea), pisang hutan (Musa textilis), sisal (Agave sisalana), dan kenaf (Hibiscus cannabinus). Pakaian khas suku Dani di Papua menggunakan bahan dari tanaman labu air (Lagenaria siceraria), tumbuhan wen (Ficus drupacea), dan kem (Eleocharis dulcis). Beberapa hewan juga dapat dimanfaakan untuk menghasilkan bahan untuk pakaian, seperti ulat sutra untuk membuat kain sutra , kulit sapi atau domba untuk bahan sepatu dan jaket, dan bulu dari burung untuk membuat asesoris.

4. Keanekaragaman hayati sebagai sumber papan

Sebagian besar rumah di Indonesia menguna kan bahan kayu khususnya rumah adat. Kayu dimanfaatka nuntuk membuat jendela, pintu , tiang, alas atap, dan furniture ruma h. Beberapa tumbuhan yang dapat diambil kayu nya adalah jati (Tectona grandis), kelapa (Cocos nucifera), nangka (Arthocarpus heterophyllus), meranti (Shorea acuminate), rasamala (Altingia exse/sa), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), dan bam boo (Dendroca/amus asper). Di Pulau Timar dan Alar daun lontar (Borassus flabellifer), alang-alang (Imperato cylindrica) dan gebang (Corypha utan) digunakan untuk mem buat atap dan dinding rumah.

5. Keanekaragaman hayati sebagai aspek budaya

Beberapa tumbuhan dan hewan juga dapat dimanfaatkan untuk adat atau ritual tertentu, misalnya dalam tradisi nyekar (ziarah kubur) yang menggunakan berbagi jenis bunga, seperti mawar, melati, cempaka, dan kenanga. Upacara kematian di Toraja menggunakan beberapa tanaman yang diyakini memiliki nilai magis, seperti l imau, daun kelapa, pisang, dan rempah-rempah. Upacara Ngaben di Bali juga menggunakan 39 jenis tumbuhan yang beraroma harum seperti kenanga, melati, cempaka, pandan, sirih , dan cendana. Umat Nasrani menggunakan pohon cemara untuk perayaan hari raya natal, dan Umat Islam menggunakan hewan ternak seperti kamping, sapi, kerbau , dan unta untuk perayaan hari raya kurban.

6. Keanekaragaman hayati sebagai plasma nutfah

Plasma nutfah adala  bag an dari tumbuha  , hewa , atau mikroorga isme yang mempunyai fungsi dan kemampuan untuk meewariskan sifat. Plasma nutfah berguna untuk membuat varietas yang unggul, misalnya tanaman yang tahan penyakit atau tanaman yang memiliki produktivitas tinggi. Plasma nutfah akan mempertahankan kualitas sifat dari organisme dari generasi ke generasi berikutnya. Keanekaragaman plasma nutfah dapat tetap terjaga melalui pelestarian semua jenis makhluk hidup.

6 Manfaat keanekaragaman hayati dalam berbagai aspek kehidupan
Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *