Gymnospermae memiliki empat karakteristik umum: mereka tidak memiliki tudung pelindung di sekitar benih mereka, tidak menghasilkan bunga atau buah-buahan dan diserbuki oleh angin, yang menyebarkan benih mereka dalam jarak pendek dan panjang.

Secara fisik, gymnosperma memiliki ciri yang berbeda, seperti warna dan ukuran, yang membedakan mereka dari tanaman yang sama.

Tidak seperti banyak jenis tanaman dan bunga, organisme yang diklasifikasikan sebagai gymnosperma tidak memiliki bunga berwarna cerah dan mencolok dan kelopak. Gymnosperma tidak menghasilkan buah-buahan dan, karena itu, tidak mengandung biji terbungkus dalam buah-buahan, yang merupakan ciri yang dimiliki oleh sebagian besar jenis lain dari tanaman dan bunga. Gymnosperma adalah tanaman pertama yang diketahui ahli botani mengandung biji dan sering dikatakan memiliki bibit terbuka. Biji-biji gymnosperma disebut demikian karena mereka tidak memiliki bunga dan biasanya berkembang pada permukaan struktur reproduksi tanaman dan bukan tumbuh di dalam dalam ovarium.

Ciri Morfologi Gymnospermae

  1. batang tidak bercabang atau bercabang, berkayu, dan tumbuh tegak ke atas
  2. berakar tunggang
  3. berdaun sempit, tebal dan kaku seperti jarum
  4. biji terdapat dalam daun buah (makrosporofil) dan serbuk sari terdapat dalam bagian yang lain (mikrosporofil), daun buah penghasil dan badan penghasil serbuk sari terpisah, dan masing-masing disebut dengan strobilus.

Ciri Anatomi Gymnospermae

  1. batang berkambium dan mepunyai floeterma atau sarung tepung yaitu endodermis yang mengandung zat tepung
  2. akar berkambium dan mempunyai kaliptra
  3. berkas pembuluh angkut belum berfungsi secara sempurna karena masih berupa tracheid
  4. pembuahan tunggal selang waktu antara penyerbukan dengan pembuahan relatif lama

Gymnosperma bervariasi dalam ukuran dan bentuk, tetapi ditemukan di empat divisi utama tanaman, termasuk pohon-pohon cemara dan semak-semak, pohon cycad, yang memiliki mahkota besar daun dan batang tebal, dan beberapa jenis tanaman berkayu yang tinggal di hutan. Gymnosperma ditemukan di seluruh dunia dalam berbagai iklim, termasuk lintang utara, dataran dataran rendah dan padang pasir, dan bahkan di hutan-hutan tropis.

Ciri-ciri gymnospermae tidak mempunyai bunga sejati, tidak ada mahkota bunganya.  Gymnospermae   memiliki strobilus yang berbentuk sisik yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara generatif  menggantikan     bunga. Bakal biji terdapat di luar permukaan dan tidak dilindungi oleh daun  buah  (karpel). Spermatophyta  merupakan  tumbuhan heterospora yang menghasilkan dua jenis spora berlainan, megaspora membentuk garnet betina, sedangkan mikrospora menghasilkan serbuk sari. Bakal biji tumbuh dan terletak di luar megasporofil (ovarium) dalam bentuk strobilus berkayu. Sporofil jantan dan betina letaknya terpisah, sehingga strobilus terbagi menjadi strobilus jantan dan strobilus betina. Gymnospermae berumah dua hanya memiliki satu jenis strobilus, sedangkan Gymnospermae berumah satu memiliki strobilus jantan dan betina dalam satu pohon.

Gymnospermae adalah tumbuhan tahunan yang berkayu dengan bentuk bervariasi. Akar berbentuk serabut atau tunggang. Bata11g dapat tumbuh membesar dan bercabang. Batang mengandung trakeid yang merupakan bentuk awal dari xilem. Bentuk daun ada yang kecil dan tebal berbentuk jarum dan ada pula yang tipis seperti  lembaran. Tumbuhan berbiji terbuka yang hingga kini masih ditemukan adalah divisi Coniferophyta (konifer), Cycadophyta (Sikas), Ginkgophyta (ginkgo), Gnetophyta (melinjo).Gymnospermae

Konifer

Tetumbuhan runjung atau konifer (Pinophyta atau Coniferae) adalah sekelompok tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) yang memiliki runjung (“cone”) sebagai organ pembawa biji. Kelompok ini sekarang ditempatkan sebagai divisio tersendiri setelah diketahui bahwa pemisahan Gymnospermae dan Angiospermae secara kladistik adalah polifiletik.

Kurang lebih ada 550 spesies anggotanya, dengan bentuk berupa semak, perdu, atau pohon. Kebanyakan anggotanya memiliki tajuk berbentuk kerucut dan memiliki daun yang memanjang (lanset) atau berbentuk jarum (sehingga dikenal juga sebagai tumbuhan berdaun jarum). Bentuk daun semacam ini dianggap sebagai adaptasi terhadap habitat hampir semua anggotanya yang banyak dijumpai di wilayah bersuhu relatif sejuk, seperti sekeliling kutub (circumpolar) atau di dataran tinggi.

Cycadophyta

Cycadophyta adalah divisi dari anggota Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Tumbuhan ini merupakan tumbuhan biji yang primitif, hidup di daerah tropis dan subtropis. Di Indonesia kita kenal pakis haji (Cycas rumphii) merupakan tanaman hias, akarnya bersimbiosis dengan ganggang biru (Anabaena) yang dapat mengikat nitrogen (Anabaena cycadae). Daunnya tersusun dalam roset batang, menyirip atau berbagi menyirip. Strobilus jantan dan betina terdapat di ujung batang pada pohon yang berbeda (berumah dua).Tumbuhan yang termasuk dalam divisi Cycadophyta memiliki ciri khas bentuk yang menyerupai palem. Batang tidak memiliki cabang dengan tangkai daun yang mendukung daun majemuk menyirip. Struktur reproduksi berupa strobilus. Ada juga yang menamakan Cycadophyta sebagai palem sagu.

Ginkgo biloba

Ginkgo biloba, yang dikenal sebagai ginkgo atau gingko dan juga sebagai pohon maidenhair, adalah satu-satunya spesies yang hidup di divisi Ginkgophyta, semua yang lainnya yang punah. Hal ini dikenali mirip dengan fosil 270 juta tahun yang lalu. Berasal dari Cina, pohon secara luas dibudidayakan dan diperkenalkan awal pada sejarah manusia. Ini memiliki berbagai kegunaan dalam pengobatan tradisional dan sebagai sumber makanan.

Gnetophyta

Gnetophyta adalah divisi dari anggota Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Di Indonesia contohnya adalah tumbuhan melinjo (Gnetum gnemon) yang merupakan anggota dari kelompok ini. Daunnya tunggal, duduknya berhadapan. Batangnya berkayu tanpa saluran resin. Bunga majemuk berbentuk bulir, keluar dari ketiak daun. Buah dan daun muda melinjo dapat disayur, bijinya dibuat emping; dan serabut kulitnya untuk pembuatan jala. Gnetophyta merupakan divisi yang dianggap paling maju di antara keempat divisi pada gymnospermae. Struktur anatomi yang mendekati angiospermae menjadi pertimbangan hal tersebut. Kemiripan tersebut terletak pada struktur pembuluh. Gnetophyta tersebar dari daerah gurun hingga daerah dekat hutan hujan tropis. Genus Welwitschia merupakan semak gurun yang cukup populer di Afrika. Melinjo (Gnetum gnemon) sepintas tidak berbeda dengan angiospermae.

About The Author

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *