Amfibi adalah hewan yang sebagian dari hidupnya di air dan sebagian di darat. Mereka biasanya memiliki kulit lembut, lembab yang dilindungi oleh lapisan licin lendir. Mereka juga cenderung hidup di tempat-tempat lembab atau dekat air untuk menjaga tubuh mereka kering. Semua amfibi:

  • Adalah vertebrata (yang berarti mereka memiliki tulang punggung atau tulang belakang)
  • Adalah ektodermik. Juga dikenal sebagai “berdarah dingin,” hewan ektodermik tidak bisa mengatur panas tubuh mereka sendiri, sehingga mereka bergantung pada kehangatan dari sinar matahari untuk menjadi hangat dan aktif. Jika mereka mengalami terlalu panas, mereka harus menemukan tempat teduh atau liang untuk membantu mendinginkan mereka.
  • Bernapas melalui kulit mereka.
  • Melalui metamorfosis. amfibi muda menetas dari telur, tapi tidak terlihat seperti orang tua mereka. Ketika mereka berkembang, mereka mengalami perubahan bentuk tubuh.

Amphibia adalah kelompok hewan yang hidup di dua alam, meliputi katak, salamander, dan caecilian. Amphibi dikatakan hewan dua alam karena fase hidupnya berlangsung pada dua tempat yang berbeda , yaitu di air (fase berudu) dan di darat (dewasa). Amphibia dapat hidup di darat, di air tawar, di pohon, namun tidak dapat hidup di laut.

Tubuh Amphibia terdiri dari kepala dan badan, beberapa ada yang memiliki ekor seperti pada salamander. Kulit selalu basah, berlendir, lunak, dan sebagian bersisik. Beberapa jenis Amphibi memiliiki cairan beracun untuk pertahanan diri. Amphibi memiliki dua pasang tungkai untuk berjalan, melompat, dan berenang. Tungkai depan memiliki empat jari, sedangkan tungkai belakang memiliki lima jari. Di antara jari-jari tersebut terdapat selaput untuk membantunya saat berenang.

Alat pernapasan Amphibi berupa insang, paru-paru, dan kulit. Pada saat berudu bernapas dengan insang, sedangkan saat dewasa bernapas dengan paru-paru dan melalui difusi oksigen pada permukaan kulit.Amphibi

Amphibi termasuk kedalam hewan berdarah dingin (poikiloterm) karena suhu tubuhnya dapat berubah-ubah sesuai lingkungan nya. Sistem peredaran darah tertutup ganda. Darah beredar dalam pembuluh darah dan darah dua kali memasuki jantung dalam satu kali peredaran.Amphibi memiliki jantung dengan tiga ruangan, yaitu dua serambi dan satu bilik. Sistem pencernaan lengkap, yaitu mulut, esofagus, lambung, usus, rektum, dan kloaka. Lidah Amphibi bercabang dan memiliki zat perekat untuk menangkap mangsa. Amphibi memiliki hati, pankreas, dan kantung empedu.

Advertisement
Kloaka merupakan muara dari tiga saluran yaitu dari saluran pencernaan (feses), saluran ekskresi (urin), dan saluran reproduksi (gonad). Sistem ekskresi berupa ginjal mesonefros dan kantung kemih. Sistem koordinasi berupa sistem saraf (otak) dan sistem endokrin(hormon). Sistem hormon terdiri dari kelenjar pituitary, kelenjar tiroid, kelenjar adreanal,pankreas, dan gonad. Sistem indera terdiri dari mata, hidung, dan telinga. Mata dilindungi oleh membran niktitans dan kelopak mata. Lubang hidung berhubungan dengan rongga mulut melalui koane. Rongga telinga berhubungan dengan rongga mulut melaui saluran Eustachius.Telinga hanya terdiri dari teliga bagian tengah dan dalam.

Sistem reproduksi bersifat gonokoris, fertilisasi eksternal, dan umumnya ovipar. Ada pula yang ovovivipar dan vivipar. Telur yang dikeluarkan oleh hewan betina tidak memiliki cangkang untuk mempermudah penetrasi sperma. Fertilisasi eksternal berlangsung di kolam atau tempat lembap menghasilkan larva (berudu). Berudu hidup di air dan bernapas menggunakan
insang luar dan kemudian insang dalam. Berudu memiliki ekor, bersirip, dan tidak berkaki. Berudu selanjutnya mengalami metamorfosis menjadi katak dewasa yang memiliki kaki dan tidak berekor. Katak dewasa hidup di darat dan bernapas dengan paru-paru dan kulit.

Jumlah Amphibia yang sudah diidentifikasi sekitar 4.000 spesies dan terbagi menjadi tiga ordo yaitu, Anura (Salientia), Urodela (Caudata), dan Apoda (Gymnophiona). Anura adalah kelompok Amphibi yang pada saat dewasa mempunyai kaki namun tidak berekor. Contoh Anura adalah katak hijau (Rana signata),katak pohon (Rachoporus sp.) dan kodok atau bangkong (Bufo melanosticus) Urodela adalah amphibi yang memiliki ekor pada saat larva, muda, maupun saat dewasa, contohnya adalah Plethodon glutinosus (salamander berlendir). Apoda adalah Amphibi yang tidak memiliki kaki, contohnya adalah lchtyophis glutinosus (salamander cacing).

Ciri-ciri hewan Amphibi
Advertisement
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *