Energi ionisasi adalah jumlah energi yang dibutuhkan oleh sebuah atom dalam satu mol untuk melepaskan setiap satu elektron sehingga menghasilkan kation. Contoh : H (g) → H + (g) + e-

Energi ionisasi ini biasanya dinyatakan dalam kJ / mol

Ketika memperhatikan sebuah atom yang awalnya netral, kemudian melepaskan  elektron pertama akan membutuhkan energi lebih kecil dari melepaskan elektron yang  kedua, melepaskan elektron yang kedua akan membutuhkan energi lebih kecil dari melepaskan elektron yang ketiga, dan seterusnya. Setiap elektron berturut membutuhkan lebih banyak energi yang akan dibebaskan.

Hal ini karena setelah elektron pertama hilang, muatan keseluruhan atom menjadi positif, dan kekuatan negatif dari elektron akan tertarik ke muatan positif dari ion yang baru terbentuk. Semakin banyak elektron yang hilang, ion ini akan semakin positif, sehingga semakin sulit untuk memisahkan elektron dari atom.

Gas CO2 mempunyai ikatan kovalen karena perbedaan energi ionisasi yang kecil antara C dan O. Gas ini dipakai sebagai alat pemadam kebakaran

Gas CO2 mempunyai ikatan kovalen karena perbedaan energi ionisasi yang kecil antara C dan O. Gas ini dipakai sebagai alat pemadam kebakaran

Secara umum, semakin jauh sebuah elektron  dari inti, semakin mudah untuk  dilepaskan. Dengan kata lain, energi ionisasi adalah fungsi dari jari-jari atom; semakin besar jari-jari atomnya, semakin kecil jumlah energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron dari orbital yang paling luar.

Misalnya, akan jauh lebih mudah untuk mengambil elektron dari unsur yang lebih besar dari Ca (Kalsium) daripada  satu  elektron terikat kuat dengan inti, seperti Cl (klorin).

Dalam reaksi kimia, pemahaman energi ionisasi penting untuk memahami perilaku apakah berbagai atom akan membuat ikatan kovalen atau ionik dengan satu sama lainnya. Misalnya, energi ionisasi natrium (logam alkali) adalah 496 KJ / mol  sedangkan energi ionisasi pertama klorin adalah 1.251,1 KJ / mol . Karena perbedaan dalam energi ionisasi mereka, ketika mereka menggabungkan secara kimia membuat ikatan ion. Unsur yang berada dekat satu sama lain dalam tabel periodik atau unsur-unsur yang tidak memiliki banyak perbedaan dalam energi ionisasi membuat ikatan kovalen atau kovalen polar. Misalnya, karbon dan oksigen membuat CO2 (Karbon dioksida) berada dekat satu sama lain pada tabel periodik; mereka, oleh karena itu, membentuk ikatan kovalen. Karbon dan klorin membuat CCl4 (karbon tetraklorida) molekul lain yang kovalen.

Baca Juga

Komponen Darah manusia

Fungsi Sistem Kardiovaskular

About The Author

1 Comments

  1. porosilmu.com

    Saya baca berulang ulang dan kesimpulannya saya sudah lupa pelajaran kimia.. =-O salam kenal porosilmu.com

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *