Bagi kebanyakan orang, rantai makanan mereka berjalan dari toko kelontong ke dapur. Di alam, rantai makanan bisa berjalan lebih panjang lagi. Mereka menggambarkan aliran energi dari organisme dengan organisme dalam suatu ekosistem. "Siapa yang makan siapa" adalah benar-benar sebuah gambaran tentang bagaimana energi bergerak.

Banyak energi yang tidak ditransfer sepanjang garis karena meninggalkan rantai sebagai produk limbah. Jalan yang sederhana ini merupakan bagian dari siklus kehidupan yang kompleks dalam suatu ekosistem.

Berjalan menyusuri Arus

Rantai makanan biasanya memiliki tiga komponen. Komponen pertama, produsen, terutama tanaman yang mendapatkan energi dengan menggunakan energi matahari selama fotosintesis. Energi mengalir di sebelah konsumen. Mereka yang berada di tingkat paling dasar atau konsumen primer, memperoleh energi mereka dari produsen. Organisme ini adalah herbivora seperti rusa, kupu-kupu dan kelinci. Konsumen utama yang digunakan untuk energi oleh konsumen sekunder seperti burung hantu, serigala dan singa. Komponen Dekomposer atau pengurai seperti bakteri berada diujung terakhir dari rantai makanan. Untuk mendapatkan energi, pengurai memecah organisme mati menjadi nutrisi. Beberapa nutrisi masuk ke tanah yang akan mereka gunakan oleh produsen.

Variasi pada ekosistem

Advertisement
Rantai makanan adalah cara sederhana untuk melihat bagaimana energi mengalir, namun pada kenyataannya itu tidak begitu mudah. Produsen tidak hanya tanaman darat yang hijau. Beberapa produsen kecil, seperti ganggang dan fitoplankton, hidup di laut dan mengawali rantai makanan di sana. Selain itu, bakteri tertentu juga produsen. Selain itu, beberapa produsen mendapatkan energi dari sumber kimia atau termal dan bukan dari Matahari. Konsumen mendapatkan energi dari tanaman, hewan atau keduanya. Sementara beberapa konsumen adalah herbivora, yang lain adalah omnivora atau karnivora. Omnivora makan baik tumbuhan dan hewan. Karnivora makan hanya hewan lainnya. ekosistem tertentu memiliki banyak tingkat konsumen, dari hewan yang lebih besar dengan makanhewan yang lebih kecil. Konsumen pada akhir rantai bukanlah sumber energi bagi makhluk lain selain pengurai. Juga, sebelum pengurai mulai bekerja pada organisme mati, pemulung, atau detritivore, mungkin mengkonsumsi bagian dari itu.

Gambaran rantai makanan

Rantai makanan memiliki beberapa variasi, dari produsen ke konsumen sampai pengurai. Misalnya, dalam ekosistem hutan, rantai makanan mungkin berjalan dari daun ke serangga kemudian burung dan berakhir pada bakteri. Di dalam lautan, udang bisa mendapatkan energi dari fitoplankton, yang menggunakan sinar matahari untuk membuat makanan mereka sendiri. Sarden makan udang, dan ikan-ikan kecil akan dikonsumsi oleh tuna. Setelah tuna mati, bakteri membusukan itu. Sebuah rantai makanan hutan tropis bisa mulai dengan tanaman, yang dimakan oleh tapir, yang pada gilirannya menjadi energi untuk jaguar. Serangga hutan tropis mengurai tubuh jaguar yang mati.

Gambaran Besar

Banyak variasi dari rantai makanan diilustrasikan dalam jaring makanan. Jaring makanan untuk ekosistem tertentu terdiri dari rantai makanan, dengan beberapa produsen dan konsumen. Ini menunjukkan aliran energi di antara semua anggota. Konsumen primer sering mendapatkan energi dari lebih dari satu jenis produsen, dan konsumen-tingkat yang lebih tinggi mungkin memberi makan beberapa jenis hewan. Misalnya, jaring makanan laut bisa mulai dengan rumput laut, rumput laut dan fitoplankton sebagai produsen. Siput laut, ikan kecil dan kura-kura laut adalah konsumen utama, makan dari tanaman air. Kepiting dan ikan yang lebih besar mendapatkan energi dari siput dan ikan. Tingkat atas konsumen termasuk hiu, singa laut, lumba-lumba dan beberapa burung laut.

Pengertian rantai makanan dalam biologi dan contoh mereka
Advertisement
Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *