Sebuah virus harus menggunakan proses sel untuk melakukan replikasi. Siklus replikasi virus dapat menghasilkan perubahan biokimia dan struktural yang dramatis dalam sel inang, yang dapat menyebabkan kerusakan sel.

Perubahan ini, yang disebut efek sitopatik (menyebabkan kerusakan sel), dapat mengubah fungsi sel atau bahkan menghancurkan sel. Beberapa sel yang terinfeksi, seperti yang terinfeksi oleh virus flu umum dikenal sebagai rhinovirus, mati melalui lisis (pecah) atau apoptosis (kematian sel terprogram atau ” sel bunuh diri “), melepaskan semua virion progeni sekaligus.

Gejala penyakit virus dihasilkan dari respon imun terhadap virus, yang mencoba untuk mengontrol dan menghilangkan virus dari tubuh dan dari kerusakan sel yang disebabkan oleh virus. Banyak virus hewan, seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus), sel tidak mengalami lisis dan tidak segera dibunuh. Namun, kerusakan pada sel-sel yang terinfeksi virus dapat membuat tidak mungkin bagi sel untuk berfungsi secara normal, meskipun sel-sel tetap hidup untuk jangka waktu lama. Sebagian besar infeksi virus mengikuti langkah serupa dalam siklus replikasi virus: adsorbsi, penetrasi,  replikasi, perakitan, dan pelepasan.

Siklus Litik

Siklus reproduksi atau replikasi genom virus yang pada akhirnya menyebabkan kematian sel inang (virus virulen), tahap-tahapannya sebagai berikut.

  1. Fase adsorbsi, ujung ekor virus menempel atau melekat pada bagian tertentu (receptor site) dari dinding sel bakteri yang masih dalam keadaan normal.
  2. Fase penetrasi, masuknya (injeksi) DNA virus ke dalam sel inang.
  3. Fase eklifase, DNA sel inang yang dihancurkan dan awal dibentuknya DNA virus dengan mengendalikan DNA bakteri.
  4. Fase replikasi (sintesis), perbanyakan DNA virus dengan bahan DNA bakteri dan sintesis protein pelindung virus (kapsid) kemudian merakit partikel virus baru.
  5. Fase lisis, pembebasan partikel virus yang telah masak dari sel inang dengan memecah (lisis) sel inang. Virus-virus baru yang dikeluarkan, kemudian dapat menginfeksi sel-sel lain dan tahapan sebelumnya akan terulang.

Siklus Lisogenik

Siklus replikasi genom virus tanpa diikuti pembentukkan virus-virus baru dan tidak menghancurkan sel inang, tetapi hanya menempel pada DNA bakteri dan menjadi bagian dari DNA bakteri. DNA virus yang menempel pada bakteri disebut profage.

Tahapan-tahapannya sebagai berikut.

  1. Fase adsorbsi, virus menempel pada tempat yang spesifik kemudian melakukan penetrasi dan mengeluarkan DNA-nya dalam bakteri.
  2. Fase penggabungan, DNA virus menyisip ke dalam DNA bakteri (profage) bersifat laten.
  3. Fase replikasi, DNA bakteri melakukan pembelahan bersama DNA virus (perbanyakan).
  4. Fase pembelahan, profag ikut membelah bersama bakteri sehingga anakan bakteri juga mengandung profag di dalam selnya.

    siklus litik dan lisogenik
    siklus litik dan lisogenik

Tabel perbedaan siklus litik dan lisogenik pada virus

Siklus Litik Siklus Lisogenik
Siklus replikasi virus dimana sel inang akan mengalami lisis (mati) pada akhir siklusnya. Siklus replikasi virus dimana sel inang tidak mengalami kematian pada akhir siklus, karena mempunyai virulensi.
Memiliki 5 tahapan, yaitu:

adsorbsi->injeksi-> sintesis-> perakitan->litik

Memiliki 7 tahapan, yaitu:

adsorbsi->injeksi-> penggabungan ->pembelahan->sintesis->

perakitan->litik

Pada daur litik tidak terdapat fase penggabungan dan pembelahan. Pada daur lisogenik terdapat fase penggabungan dan pembelahan.
Bersifat Non virulen. Bersifat Virulen
Waktu relatif singkat Waktu relatif lama
Daur litik tidak dapat berubah ke daur lisogenik karena sel inang nya rusak/ mengalami lisis dan mati daur lisogenik dapat berubah menjadi daur litik jika virulensi bakteri hilang
Reproduksi terjadi secara bebas, tidak terikat pada kromosom inang reproduksi terikat pada kromosom inang
Pada proses akhir, sel inang mengalami lisis dan mati Pada proses akhir, bakteriofag masih dapat menjalankan aktivitas biasa seperti membelah
DNA virus menghancurkan DNA sel, mengambil alih fungsi sel dan menghancurkan sel DNA virus menyatu dengan DNA sel dan tidak merusak sel.
Virus bereplikasi dan menghasilkan keturunan bakteriofage Virus ini tidak menghasilkan keturunan
Infeksi virus berlangsung menghasilkan virus ganas (virulent) Replikasi berlangsung menghasilkan virus sedang
Ada gejala infeksi virus Tidak ada gejala infeksi virus

 

 

Perbedaan siklus litik dan lisogenik pada virus
Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *